Jumat, 26 April 2019
Home / Berita / BOND: Begin with Stories, End with Memories
Laman resmi Google+ Sekolah Tarsisius Vireta
Laman resmi Google+ Sekolah Tarsisius Vireta

BOND: Begin with Stories, End with Memories

BOND: Begin with Stories, End with Memories

(Acara Pelepasan dan Perpisahan Kelas XII)

Jumat, 13 Mei 2016. Hari yang menggembirakan sekaligus menyedihkan bagi para siswa kelas XII SMA Tarsisius Vireta. Di hari itu, siswa-siswi kelas XII dapat berkumpul dan bersenang-senang. Namun di sisi lain, itu adalah kali terakhir mereka berkumpul bersama-sama.

Kegiatan pelepasan dan perpisahan siswa-siswa kelas XII tersebut mengangkat tema BOND yaitu Begin with Stories, End with Memories. Tema ini mengandung 2 makna. “Bond” dalam bahasa Inggris berarti ikatan. Sedangkan “Begin with Stories, End with Memories“ mengandung makna bahwa segala sesuatu dimulai dengan kisah dan diakhiri dengan memori. Sama seperti masa SMA yang mengandung banyak sekali kisah-kisah menarik yang kemudian diakhiri dengan memori-memori nan indah.

Kegiatan pelepasan dan perpisahan ini diselenggarakan di aula Sekolah Tarsisius Vireta dan secara garis besar dibagi menjadi dua, yakni acara formal (Pelepasan) dan informal (perpisahan). Kegiatan diawali dengan acara formal dimana lagu-lagu nasional Indonesia dinyanyikan, Janji Alumni diucapkan, pengalungan medali dilaksanakan, dan masih banyak lagi. Tak lupa, diumumkan juga dua orang lulusan terbaik di angkatan ke 19 SMA Tarsisius Vireta ini. Kedua orang tersebut ialah Marcelinus Eric Bunardi dari XII IPA dan Andahlia Djanuari dari XII IPS. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan makan malam bersama dan acara informal. Acara informal merupakan acara dimana semua kelas menampilkan penampilan terbaiknya di atas panggung sehingga terciptalah suatu kemeriahan dan kenangan yang tak akan terlupakan.

Secara keseluruhan, pelepasan dan perpisahan siswa-siswi kelas XII SMA Tarsisius Vireta ini berjalan dengan sangat lancar dan mengesankan. Seluruh peserta acara nampak sangat menikmati, mulai dari para pimpinan, bapak/ibu guru hingga para siswa. (Jesslin X.3)