Jumat, 23 Agustus 2019
Home / Berita / Budaya Reflektif Ilmiah SMA Tarsisius Vireta

Budaya Reflektif Ilmiah SMA Tarsisius Vireta

Berbagai jenis kegiatan dan program untuk menumbuhkan minat baca dan menulis dikalangan peserta didik menjadi salah satu perhatian khusus di SMA Tarsisius Vireta Tangerang. Aneka kegiatan seperti silent reading 15 menit pagi hari, pelatihan jurnalistik dan menyusun karya tulis ilmiah adalah beberapa contoh kegiatan yang sedang berjalan dan menantang seluruh siswa dan para guru berpacu mengelola waktunya ditengah rutinitas kegiatan proses pembelajaran. Peserta didik ditantang untuk belajar berpikir cepat dan menuliskan hasil pengalaman dan refleksinya dalam karya tulis imiah. Sementara para guru dituntut untuk kerja keras dan penuh tanggung jawab memeriksa dan menuntun peserta didik dalam proses penyusunannya ditengah kesibukan tugas utamanya sehari-hari dalam bimbingan karya tulis siswa selama 2 bulan terakhir. Puncaknya adalah pada uji karya tulis di depan tim penguji dengan mempresentasikan karya tulis. Ujian Karya tulis ilmiah ini menjadi satu program unggulan di SMA Tarsisius Vireta. Selama belajar di SMA Vireta siswa dituntut membuat dua karya tulis ilmiah yakni kelas X dan XI.

Penyusunan karya tulis ilmiah telah direncanakan dan diprogramkan sejak awal berkaitan dengan program kegiatan siswa yaitu program Live In dan PKL yang wajib diikuti seluruh peserta didik. Live In diikuti peserta didik kelas X. Selama 4 hari para siswa harus tinggal bersama warga masyarakat jauh dari keluarga. Selama ini tempat live in diadakan di daerah Jawa tengah dan DI Yogyakarta. Sementara PKL diikuti kelas XI. Para siswa dituntut untuk bekerja diberbagai industri atau perkantoran yang ada di wilayah JABODETABEK selama 3 sampai 4 Minggu pada saat libur panjang kenaikan kelas.
Pengalaman PKL dan Live In itu harus direfleksikan dan tuliskan dalam sebuah Karya tulis ilmiah sebagai satu syarat mengikuti Ujian semester.

Pengalaman reflektif yang dituangkan dalam karya tulis pada hari Sabtu,24 September 2016 lalu secara serempak di uji masing-masing dihadapan tim penguji.Harapan dengan uji karya tulis ini para siswa terbiasa dan terlatih membaca dan menulis ilmiah. Siswa berani dan terampil berbicara didepan umum, terampil membuat presentasi atau mempresentasikan hasil karya atau ide-ide kreatifnya.Tentu yang paling penting adalah para siswa “berani berubah”. Prilaku dan hidupnya semakin peka dan solider dengan sesamanya khususnya orang kecil.

Dari presentasi karya tulis hasil refleksi dan pengalaman live in peserta didik tetap mengharapkan program ini dipertahankan di SMA Tarsisius Vireta.