Senin, 16 September 2019
Home / Berita / Menjadi Manusia Sabda Yang Pancasilais Ala SMA Tarsisius Vireta

Menjadi Manusia Sabda Yang Pancasilais Ala SMA Tarsisius Vireta

 

Hari ini, Jumat 30 September 2016, siswa-siswi dan para guru SMA Tarsisius Vireta berkumpul bersama di Aula Sekolah untuk mensyukuri sekaligus menutup rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh guru dan para siswa selama bulan Kitab Suci Nasional tahun ini. Hari ini menjadi puncak dan juga saksi atas munculnya kreativitas para siswa dalam menghayati nilai-nilai Injil melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama. Kemeriahan yang nampak dalam acara puncak penutupan Bulan Kitab Suci Nasioanal ini menyiratkan bahwa para guru dan siswa SMA Tarsisius Vireta tidak menyia-nyiakan bulan penuh rahmat ini.

Kebersamaan sebagai satu keluarga tentu menjadi hal pertama yang akan dijumpai ketika kita menyaksikan pemandangan pada hari ini. Kegiatan puncak perayaan Bulan Kitab Suci ini diawali dengan ibadat bersama yang dipimpin oleh Bapak Sebastian. Sebagai insan beriman, keluarga besar SMA Tarsisius Vireta tentu tidak lupa untuk mengucap syukur dan memohon berkat dari Tuhan atas segala anugerah yang telah Tuhan berikan, terlebih melalui firman-Nya yang direnungkan setiap hari.

Kemeriahan acara puncak penutupan rangkaian kegiatan untuk mengisi Bulan Kitab Suci Nasional tahun ini mulai nampak  ketika suara alunan musik yang dimainkan oleh siswa-siswi mulai mengisi ruang-ruang kosong dalam Aula Sekolah tersebut. Berbagai kegiatan yang merupakan perpaduan dari kreativitas para siswa dalam menghayati Sabda Tuhan dipadukan dalam kuis AQUA, musikalisasi ayat-ayat Kitab Suci, pemilihan juara pengkhotbah dan Vireta Go Talent.

Acara puncak penutupan rangkaian kegiatan Bulan Kitab Suci Nasional ini menjadi semakin menarik karena menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh para siswa untuk mendengarkan pengumuman para juara. SMA Tarsisius Vireta menyelenggarakan berbagai perlombaan untuk mengisi bulan Kitab Suci Nasional kali ini. Tentu dengan berbagai perlombaan yang dilaksakan, para siswa diharapkan untuk menjadi semakin lebih dekat atau akrab dengan Kitab Suci.

Pengumuman para juara menjadi penutup dari rangkaian kegiatan puncak penutupan Bulan Kitab Suci Nasional tahun ini. Para guru dan siswa begitu antusias dalam memeriahkan kegiatan pada hari ini. Tepuk tangan dan riuhnya teriakan dari parasiswa menjadi lagu pengiring bagi para jawara yang melangkah ke atas panggung untuk menerima hadiah juara.

Bila harapan menjadi lilin terakhir yang tidak akan padam, maka harapan itulah yang akan menerangi kita untuk bertumbuh menjadi manusia Sabda dalam keseharian hidup kita. Bertumbuh menjadi manusia yang mampu mengamalkan Pancasila dalam aktivitas hidup sehari-hari dan membuka diri untuk diterangi oleh sabda Tuhan. (Febrianus Arianto Seran Fauk)