Senin, 22 Juli 2019
Home / Artikel / Peran Gereja Bagi Dunia

Peran Gereja Bagi Dunia

Sebagai umat kristiani, tentu kita sering mendengar atau menyebutkan kata “Gereja“ tetapi, apakah kita tahu apa itu gereja? Sebelum membahas mengenai Peran Gereja dan Dunia, marilah kita ketahui terlebih dahulu konsep dari Gereja itu sendiri. 

Pengertian Gereja dapat dibagi menjadi dua, yaitu: pengertian gereja secara fisik dan pengertian Gereja secara rohani. Secara fisik, gereja dapat diartikan sebagai bangunan, tempat beribadah / tempat melaksanakan kegiatan rohani, sedangkan secara rohani, Gereja dapat diartikan sebagai persekutuan umat Allah, kumpulan orang-orang yang percaya kepada Tuhan. 

Gereja merupakan perpanjangan tangan Allah di bumi. Jadi, Gereja bertugas mewartakan kerajaan Allah kepada seluruh umat manusia yang ada di dunia. Gereja hadir di dunia adalah bagi dunia itu sendiri. 

Konsili Vatikan II menegaskan “Kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan dunia merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan dari murid-murid Yesus”. Hal ini berarti, segala yang menjadi permasalahan dunia, segala yang menjadi kecemasan dunia, juga merupakan permasalahan / kecemasan yang harus di hadapi oleh Gereja. 

Buku yang berjudul “Diutur Sebagai Murid Yesus” berbicara tentang berbagai permasalahan yang menjadi kecemasan bagi dunia di masa modern ini, misalnya, peperangan, bencana kelaparan, kemiskinan struktural (kemiskinan yang terjadi karena ulah/ perbuatan manusia), kerusakan lingkungan alam, dan masih banyak lagi. Sebagian besar yang merupakan faktor penyebab terjadinya berbagai permasalahan tersebut adalah manusia. 

Di masa modern ini, sebagian besar populasi manusia memiliki rasa ketidakpedulian yang tinggi terhadap sekitarnya, baik lingkungan, ataupun makhluk hidup lainnya, hal ini jika terus menerus dibiarkan akan menyebabkan rusaknya dunia. 

Dalam menghadapi berbagai permasalahan di atas, Gereja berperan menyuarakan kenabiannya dengan kebijakan dan pendekatan yang bersifat persuasif, yang berarti mengajak seluruh umat untuk berpartisipasi dalam menghadapi dan mengatasi bersama berbagai permasalahan yang ada di dunia. Komitment Gereja untuk menyelesaikan masalah dengan menjalin komunikasi yang konstruktif, yaitu dengan menggunakan akal dan nalar sehatnya untuk berfikir dan bertindak rasional, produktif dan obyektif dalam menghadapi berbagai permasalahan di dalam kehidupan masyarakat dunia.

Selain dengan beberapa peran diatas, Gereja juga dapat berperan dalam membantu permasalahan lainnya, misalnya dengan memberi bantuan kepada para korban bencana alam, bantuannya bisa berupa materi (pakaian yang layak, makanan, uang) ataupun berupa doa. Gereja juga bisa mengikutsertakan umat untuk memberi bantuan, misalnya dengan penggalangan dana. Banyak cara yang dapat Gereja lakukan demi mewujudkan kehidupan yang damai di dunia. Namun, Gereja tidak dapat bekerja sendirian tanpa bantuan dari para umatnya. Oleh karena itu, peran umat dalam membantu Gereja menghadapi persoalan-persoalan diatas juga tak kalah penting. 

Gereja juga dapat mengatasi berbagai permasalahan yang ada di dunia lewat dialog antar umat beragama. Contohnya dengan menjalin kerjasama dengan agama lain untuk bersatu dalam menghadapi persoalan dunia bersama-sama. Hal ini selain dapat membantu Gereja, juga dapat membina hubungan antar umat beragama, yang akan menimbulkan sikap toleransi antar umat beragama. 

Sebagai contoh nyata, di tahun politik ini, banyak hal yang akan dapat memecahbelah bangsa Indonesia, karena berbagai perbedaan pendapat dan pandangan. Gereja sebagai pemersatu umat kristiani hanya dapat mendoakan dan mengajak seluruh umatnya untuk memilih pemimpin yang bijak yang dapat bermanfaat dan membawa Indonesia kepada perkembangan-perkembangan dan kemajuan yang lebih baik.

Peran Gereja dalam mengatasi berbagai permasalahan yang ada di dunia tidak hanya terbatas pada bantuan tindakan dan materi, Gereja dapat membantu menyembuhkan luka batin para korban bencana atau tindak kekerasan. Dengan adanya berbagai kegiatan di gereja yang melibatkan peran banyak umat, dapat menyebabkan seseorang menjadi aktif dalam kegiatan-kegiatan, baik kegiatan rohani, maupun kegiatan sosial. Hal ini akan menjamin seseorang mempu mengenal Tuhan dan sesama anggota beriman lebih dalam, dan mereka akan terdorong ke arah yang lebih positif sehingga meminimalisir tindakan-tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Kedatangan Gereja ke dunia adalah bagi keselamatan dunia itu sendiri. Maka, sudah seharusnya Gereja dapat mengatasi segala persoalan yang menjadi kecemasan bagi dunia. Gereja memiliki beberapa tugas, diantaranya yaitu: menguduskan, mewartakan, melayani, bersaksi, dan membangun persekutuan sebagai umat Allah.

Tugas panggilan dan peran baru Gereja adalah menyatakan pemerintahan Allah yang telah dinyatakan di dalam Kristus. Sebab melalui Kristus, Allah menyatakan realitas Kerajaan-Nya di tengah-tengah kehidupan umat manusia sepanjang abad. Lukas 11:20 Yesus berkata: “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” 

Di dalam inkarnasi dan karya serta kehidupan Yesus realitas Kerajaan Allah hadir. Makna “Kerajaan Allah” yang dimaksud adalah kehadiran pemerintahan Allah yang dinyatakan dalam karya Yesus yang memulihkan, menyembuhkan, memberdayaakan dan membawa kehidupan baru. Karena itu makna “Kerajaan Allah” dalam konteks Injil dan ajaran gereja bukanlah pendirian negara secara politis-ekonomis-militer. 

Makna “Kerajaan Allah” di dalam Kristus menunjuk pada realitas kehidupan yang dilandasi oleh nilai-nilai, spiritualitas dan karakter Allah dalam kuasa kasih, pengampunan, kemurahan, keadilan dan kekudusan-Nya. Realitas Kerajaan Allah akan menjadi lebih efektif lagi apabila diwujudkan dalam sistem perilaku, pola pikir, sikap etis-moral, profesionalisme, pola dan kebijakan dalam pemerintahan, sistem pendidikan dan ideologi/filosofi hidup bersama. Dengan demikian realitas kuasa dan nilai-nilai Kerajaan Allah seharusnya merembes, meresapi, dan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan sehingga menghasilkan daya cipta yang transformatif.

Tujuan atau misi kedatangan Kristus adalah terwujudnya realitas Kerajaan Allah dalam setiap segi kehidupan manusia. Karena itu gereja hanyalah alat, bukanlah tujuan. Sebagai alat, gereja dipanggil untuk taat dan setia kepada Kristus agar mampu menjadi agen-agen pembaruan yang efektif.

Oleh: FLAVIA KYNESHA