Jumat, 26 April 2019
Home / Artikel / Yesus, Sang Pejuang Sejati

Yesus, Sang Pejuang Sejati

(Ilustrasi dari google)


Pembicaraan tentang Yesus Kristus takan pernah selesai. Otak manusia memiliki keterbatasan untuk memahami realitas ke-Allah-an Yesus dan kemanusiaan-Nya. Pada momen ini, saya coba memahami Yesus sebagai Sang Pejuang yang memerjuangkan Kerajaan Allah di dunia. Bagiku, Yesus adalah Allah yang rela datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Dia datang dan hidup di tengah manusia berdosa. Dia berbicara dalam bahasa manusia. Dia bertindak dengan cara yang bisa dipahami. Cara hidupnya luar biasa dan menjadi panutan bagi manusia yang percaya kepada-Nya. 


Yesus adalah sang juru selamat bagi para umatnya. Dan umatnya pun memperingati-Nya dalam hidupnya, tak ada batasannya untuk menghadirkan Dia dalam hidup. Seperti hari kelahiran-Nya, dan juga hari wafatnya pun di peringati, karena Yesus adalah sang Juruselamat. Ia rela wafat di kayu salib untuk menebus dosa para umat manusia. Dia adalah seorang yang rendah hati, penyayang, lemah lembut.


Yesus di dunia ini melakukan pewartaan. Mewartakan kerajaan Allah. Cara kita untuk menyambut kerajaan Allah adalah dengan bertobat dan percaya kepada injil. Orang yang percaya dan bertobat akan menerima kerajaan Allah dan menciptakan keadilan, kedamaian, dan juga kesejahteraan yang sejati.


Yesus mewartakan kerajaan Allah dengan berbagai macam cara, melalui perumpamaan, perbuatan, dan juga mujizat-mujizat yang Ia lakukan. Dalam pewartaan Allah, Yesus mendapat berbagai macam tantangan, tapi Ia mampu melewati itu semua.


Dalam buku yang berjudul “Diutus Sebagai Murid Yesus”, Yesus menggambarkan kerajaan Allah melalui berbagai perumpamaan. Agar lebih mudah diterima dan dimengerti oleh para pendengarnya.
Pada zaman sekarang manusia lebih mementingkan kekayaan, kekuasaan, kehormatan, gengsi, dan juga status sosial. 


Wafat Yesus adalah konsekuensi dari pewartaan kerajaan Allah. Wafat Yesus ini adalah bukti ketaatan dan kesetiaannya kepada Allah Bapa. Yesus wafat untuk menebus dosa-dosa manusia, itu artinya Ia sangat menyayangi manusia. Rela menyelamatkan manusia dengan nyawa-Nya sendiri. Wafat Yesus juga menunjukkan tanda kasih Allah.


Tujuan Yesus mewartakan kerajaan Allah adalah agar manusia lebih mengenal Allah. Dan bisa lebih dekat dengan Allah.
Yesus rela menerima segala konsekuensi untuk menebus dosa-dosa manusia. Seperti diludahi, dipukul, dicaci maki, dicambuk, dan lain sebagainya. 


Dia menerima segala-Nya, dan pada akhirnya Ia wafat di kayu salib, dan bangkit setelah hari ke-3, dan pergi kepada Bapa.
Lalu setelah Yesus bangkit, pewartaan kerajaan Allah dilanjutkan oleh murid Nya, yaitu Petrus dan para murid yang lain bahkan hingga kita sekarang dan generasi yang akan datang.   Dan pewartaan kerajaan Allah menyebar keseluruh bumi.


Banyak manusia percaya kepada kerajaaan Allah, dan makin banyak orang mengikuti Yesus Kristus. Walau Tuhan Yesus sudah wafat, tapi Ia masih tetap ada di hati kita dan selalu menyertai kita. Bagaimana pun jalan yang harus kita lalui yakni jalan Kristus dan Tuhan menyertai kita.


Penulis adalah siswi SMA Tarsisius Vireta, Tangerang, kelas 10 IIS 2